Hilangkan “Rape culture”

Penyintas kekerasan seksual seringkali dikucilkan oleh masyarakat. Misalnya, dalam kasus pemerkosaan, para korban kerap dianggap sebagai perempuan yang telah ternoda, kotor, tak pantas disentuh lagi, apalagi dicintai.
Kebiasaan victim blaming atau menyalahkan korban ini diasosiasikan dengan “Rape Culture”, yaitu menurut UN Women adalah, lingkungan sosial yang memungkinkan kekerasan seksual dinormalisasi dan dibenarkan, didorong oleh ketidaksetaraan gender yang terus-menerus.

Melansir dari The Jakarta Post, salah satu permasalahan maraknya “Rape Culture” di Indonesia dikarenakan tidak adanya Undang-Undang yang dapat menjerat para pelaku. Dengan tidak memprioritaskan RUU PKS, para pembuat undang-undang justru melanggengkan budaya pemerkosaan di Indonesia.
Nahh makanya teman-teman, mindset “Rape Culture” harus segera dihilangkan. Ngga jarang loh korban akhirnya menyalahkan diri sendiri atas kekerasan seksual yang menimpanya. Padahal, seharusnya kita mengedukasi sesama bahwa yang harus dijaga itu adalah hawa nafsu sang pelaku dan korban layak mendapatkan perlindungan.
Yuk teman—teman kita ubah pola pikir “Rape Culture” yang masih beredar di tengah masyarakat Indonesia dan dukung pengesahan RUU PKS. Kalian bisa mulai dengan isi petisi dibawah ini:

https://www.tbsfightforsisterhood.co.id

 

Dipublikasikan oleh eventapaaja